Kesalahan Umum Pria Saat Bergaya
Share:
Anda pernah melakukan beberapa kesalahan ini?
Beberapa kesalahan ini seringkali terjadi begitu saja dan dimaklumi.
Style
is just the outside of content, and content the inside of style, like
the outside and the inside of the human body – both go together, they
can’t be separated.
Apakah arti penampilan bagi seorang pria? Mungkin Anda pribadi jarang
memikirkannya, terkecuali saat ada kepentingan khusus menyangkut
penampilan itu sendiri. Ketika berkencan dengan wanita yang sedang
didekati misalnya, sebisa mungkin Anda menunjukkan penampilan yang
terbaik (setidaknya menurut Anda). Tapi tahukah jika ternyata beberapa
penelitian mengenai sisi kognitif pria terhadap mode amat rendah. Tak
dapat disalahkan juga, karena memang itulah pria. Namun saat ini
sepertinya perkembangan mode bagi pria cukup mengalami perkembangan yang
terbilang signifikan. Jika Anda memperhatikan, kini banyak sekali ragam
informasi mengenai tata cara berpakaian bagi pria, belum lagi online store yang menjamur menawarkan produk-produk yang sangat variatif. Semuanya kembali pada Anda, bagaimana Anda memandang style itu sendiri.
Appereance rules the world. Ada benarnya
juga. Jika ada wanita yang mengatakan ia tidak melihat pria hanya dari
penampilannya saja, itu omong kosong. Begitu juga dalam profesi Anda,
penampilan yang baik dipastikan akan mendatangkan hal-hal positif yang
berguna bagi karier Anda. Cobalah untuk bersikap objektif, saat Anda
menghadiri suatu rapat penting kemudian kolega hadir dengan outfit yang acak-acakan, pasti mood dalam
ruang rapat tersebut akan ikut berubah. Beberapa pria memang masih
terjebak dalam stigma pemikiran yang salah mengenai gaya berpakaian. Ada
yang ingin terlihat mapan dengan balutan busana serba mewah from head to toe
tapi jadinya seperti OKB (Orang Kaya Baru). Ada juga yang kebalikannya,
dengan konsep berpakaian “yang penting nyaman” alih-alih gaya kasual
yang diaplikasikan, melainkan gaya cuek yang justru bisa menurunkan
kredibilitasnya. Beware, guys!


Sudah cukup puas dengan penampilan Anda saat ini?

Sumber: simplydapper.com

The Branded Mind

Produk fashion bermerek sudah pasti memiliki kualitas yang
memang baik dan eksklusif. Kata kualitas dan eksklusif tersebut jelas
dibanderol dengan harga yang mahal pula. Tidak ada salahnya memang
memakai barang branded karena Anda menggilai premium style dan selalu ingin tampil beda. Tapi hati-hati, tidak selamanya produk fashion bermerek
itu cocok untuk Anda kenakan setiap saat. Jangan karena merek, lantas
memaksakannya pada penampilan hingga membuat orang memicingkan mata saat
memandang Anda.
Ada kecerdasan tersendiri saat memilih barang bermerek dan taste seseorang yang biasanya bermain (sayangnya memang taste tidak bisa dibeli dengan uang). Jika Anda memang terlanjur terjebak dalam pola pikir barang branded adalah penyelamat penampilan, cobalah untuk lebih sering membaca style guide
agar tepat saat Anda akan membeli suatu barang. Bukan bermaksud
menggurui, namun tujuannya supaya barang mahal yang sudah dibeli menjadi
tepat guna dan tentu saja menaikkan kadar coolness penampilan Anda.


Seiring perkembangan zaman, kini tersedia beragam informasi mengenai tuntunan penampilan bagi pria. Cobalah!

Sumber: simplydapper.com

The High Cost of Exclusivity

Kesalahan ini juga sering melanda para pria yang katanya ingin tampil bergaya. Ingat, tampil stylish
tidak selamanya harus mahal. Sama seperti pola pikir barang bermerek,
Anda harus cerdas dalam mengelola penampilan diri. Di sinilah pentingnya
trik mix and match digunakan. Misalkan Anda mengenakan kemeja
kasual dengan merek tertentu, sah-sah saja untuk memadukannya dengan
celana dan sepatu walaupun labelnya biasa saja. Pembawaan Anda lah yang
akan menentukan suatu penampilan itu terlihat eksklusif atau tidak,
kuncinya, apalagi jika bukan rasa percaya diri.
Alternatif berbelanja Anda pun sebetulnya dapat diakali dengan banyak
cara. Tidak harus selalu ke butik atau mal, cobalah untuk menjelajahi
bermacam online store yang kini menjamur di dunia maya. Jangan dulu bersikap apatis, karena kualitas barang yang dijajakan di online store tersebut tidak kalah dengan produk-produk di mal. Hanya saja, Anda harus teliti memilih online store mana yang terpercaya menyediakan kualitas barang terbaik dengan harga miring, dan tentu saja layanan pengirimannya.


Tampil eksklusif itu tidak harus mahal, pakailah trik mix and match Anda secara maksimal.

Sumber: simplydapper.com

Having Judgemental Problems

Tak bisa dipungkiri, beberapa pria seperti ‘alergi’ saat harus
dihadapkan soal urusan penampilan. Alasannya pun bermacam-macam, dari
mulai pria itu identik dengan gaya cuek sampai pola pikir fashion itu urusan wanita. Akhirnya, ada saja pria yang bersikap judgemental
terhadap produk-produk mode tanpa memahami lebih dulu fungsi dan nilai
estetikanya. Misalkan untuk sepatu, karena berpikir pria hanya cocok
memakai sepatu sport dan pantofel, maka memandang sebelah mata jenis sepatu lain seperti monk strap atau tassel loafers.
Cara pikir ini yang harus dirubah walaupun memang cara pandang setiap
orang itu berbeda. Sebetulnya mudah, saat penampilan teman atau kolega
Anda terlihat menarik, tidak ada salahnya Anda mencoba juga. Masalah
cocok atau tidak, boleh jadi itu urusan belakangan. Yang penting di sini
adalah Anda merubah pola pikir judgemental yang justru membuat
penampilan Anda monoton. Bagi Anda gaya yang dimiliki sekarang cukup
keren dan nyaman, bagaimana dengan wanita yang menilai?


Membangkitkan style awareness dapat dilakukan dengan berbincang bersama teman atau kolega.

Sumber: simplydapper.com

High Level of Style Awareless

Karena bersikap judgemental, akhirnya pria kehilangan awareness
terhadap perkembangan gaya yang ada di sekitarnya. Bisa dikatakan,
sikap seperti ini seperti menutup mata atas sebuah kemajuan. Hal ini
seperti lazim dialami oleh seorang pria dengan alasan wajar-wajar saja,
karena itulah pria. Nanti dulu, karena penampilan itu penting, maka
tidak ada salahnya untuk mengetahui perkembangan mode apa yang sedang
menjadi tren saat ini. Tidak harus selalu diaplikasikan, cukup tahu saja
sudah menjadi poin tersendiri bagi Anda.
Ada hal penting yang juga harus Anda pahami baik-baik, kasual berbeda
dengan cuek. Mengapa dua hal ini yang selalu ditekankan? Karena kini
banyak wanita yang menyukai pria-pria dengan penampilan dandy atau preppy,
sebut saja, rapi. Mengapa? Karena beberapa wanita menilai penampilan
seperti itu menggambarkan karakteristik seorang pria, sebuah kemapanan
yang tidak harus digambarkan dalam bentuk materi melainkan kemapanan
diri untuk peduli dengan penampilannya. Bagaimana, setuju?

Share:
Anda pernah melakukan beberapa kesalahan ini?
Beberapa kesalahan ini seringkali terjadi begitu saja dan dimaklumi.
Style
is just the outside of content, and content the inside of style, like
the outside and the inside of the human body – both go together, they
can’t be separated.
Apakah arti penampilan bagi seorang pria? Mungkin Anda pribadi jarang
memikirkannya, terkecuali saat ada kepentingan khusus menyangkut
penampilan itu sendiri. Ketika berkencan dengan wanita yang sedang
didekati misalnya, sebisa mungkin Anda menunjukkan penampilan yang
terbaik (setidaknya menurut Anda). Tapi tahukah jika ternyata beberapa
penelitian mengenai sisi kognitif pria terhadap mode amat rendah. Tak
dapat disalahkan juga, karena memang itulah pria. Namun saat ini
sepertinya perkembangan mode bagi pria cukup mengalami perkembangan yang
terbilang signifikan. Jika Anda memperhatikan, kini banyak sekali ragam
informasi mengenai tata cara berpakaian bagi pria, belum lagi online store yang menjamur menawarkan produk-produk yang sangat variatif. Semuanya kembali pada Anda, bagaimana Anda memandang style itu sendiri.
Appereance rules the world. Ada benarnya
juga. Jika ada wanita yang mengatakan ia tidak melihat pria hanya dari
penampilannya saja, itu omong kosong. Begitu juga dalam profesi Anda,
penampilan yang baik dipastikan akan mendatangkan hal-hal positif yang
berguna bagi karier Anda. Cobalah untuk bersikap objektif, saat Anda
menghadiri suatu rapat penting kemudian kolega hadir dengan outfit yang acak-acakan, pasti mood dalam
ruang rapat tersebut akan ikut berubah. Beberapa pria memang masih
terjebak dalam stigma pemikiran yang salah mengenai gaya berpakaian. Ada
yang ingin terlihat mapan dengan balutan busana serba mewah from head to toe
tapi jadinya seperti OKB (Orang Kaya Baru). Ada juga yang kebalikannya,
dengan konsep berpakaian “yang penting nyaman” alih-alih gaya kasual
yang diaplikasikan, melainkan gaya cuek yang justru bisa menurunkan
kredibilitasnya. Beware, guys!


Sudah cukup puas dengan penampilan Anda saat ini?

Sumber: simplydapper.com

The Branded Mind

Produk fashion bermerek sudah pasti memiliki kualitas yang
memang baik dan eksklusif. Kata kualitas dan eksklusif tersebut jelas
dibanderol dengan harga yang mahal pula. Tidak ada salahnya memang
memakai barang branded karena Anda menggilai premium style dan selalu ingin tampil beda. Tapi hati-hati, tidak selamanya produk fashion bermerek
itu cocok untuk Anda kenakan setiap saat. Jangan karena merek, lantas
memaksakannya pada penampilan hingga membuat orang memicingkan mata saat
memandang Anda.
Ada kecerdasan tersendiri saat memilih barang bermerek dan taste seseorang yang biasanya bermain (sayangnya memang taste tidak bisa dibeli dengan uang). Jika Anda memang terlanjur terjebak dalam pola pikir barang branded adalah penyelamat penampilan, cobalah untuk lebih sering membaca style guide
agar tepat saat Anda akan membeli suatu barang. Bukan bermaksud
menggurui, namun tujuannya supaya barang mahal yang sudah dibeli menjadi
tepat guna dan tentu saja menaikkan kadar coolness penampilan Anda.


Seiring perkembangan zaman, kini tersedia beragam informasi mengenai tuntunan penampilan bagi pria. Cobalah!

Sumber: simplydapper.com

The High Cost of Exclusivity

Kesalahan ini juga sering melanda para pria yang katanya ingin tampil bergaya. Ingat, tampil stylish
tidak selamanya harus mahal. Sama seperti pola pikir barang bermerek,
Anda harus cerdas dalam mengelola penampilan diri. Di sinilah pentingnya
trik mix and match digunakan. Misalkan Anda mengenakan kemeja
kasual dengan merek tertentu, sah-sah saja untuk memadukannya dengan
celana dan sepatu walaupun labelnya biasa saja. Pembawaan Anda lah yang
akan menentukan suatu penampilan itu terlihat eksklusif atau tidak,
kuncinya, apalagi jika bukan rasa percaya diri.
Alternatif berbelanja Anda pun sebetulnya dapat diakali dengan banyak
cara. Tidak harus selalu ke butik atau mal, cobalah untuk menjelajahi
bermacam online store yang kini menjamur di dunia maya. Jangan dulu bersikap apatis, karena kualitas barang yang dijajakan di online store tersebut tidak kalah dengan produk-produk di mal. Hanya saja, Anda harus teliti memilih online store mana yang terpercaya menyediakan kualitas barang terbaik dengan harga miring, dan tentu saja layanan pengirimannya.


Tampil eksklusif itu tidak harus mahal, pakailah trik mix and match Anda secara maksimal.

Sumber: simplydapper.com

Having Judgemental Problems

Tak bisa dipungkiri, beberapa pria seperti ‘alergi’ saat harus
dihadapkan soal urusan penampilan. Alasannya pun bermacam-macam, dari
mulai pria itu identik dengan gaya cuek sampai pola pikir fashion itu urusan wanita. Akhirnya, ada saja pria yang bersikap judgemental
terhadap produk-produk mode tanpa memahami lebih dulu fungsi dan nilai
estetikanya. Misalkan untuk sepatu, karena berpikir pria hanya cocok
memakai sepatu sport dan pantofel, maka memandang sebelah mata jenis sepatu lain seperti monk strap atau tassel loafers.
Cara pikir ini yang harus dirubah walaupun memang cara pandang setiap
orang itu berbeda. Sebetulnya mudah, saat penampilan teman atau kolega
Anda terlihat menarik, tidak ada salahnya Anda mencoba juga. Masalah
cocok atau tidak, boleh jadi itu urusan belakangan. Yang penting di sini
adalah Anda merubah pola pikir judgemental yang justru membuat
penampilan Anda monoton. Bagi Anda gaya yang dimiliki sekarang cukup
keren dan nyaman, bagaimana dengan wanita yang menilai?


Membangkitkan style awareness dapat dilakukan dengan berbincang bersama teman atau kolega.

Sumber: simplydapper.com

High Level of Style Awareless

Karena bersikap judgemental, akhirnya pria kehilangan awareness
terhadap perkembangan gaya yang ada di sekitarnya. Bisa dikatakan,
sikap seperti ini seperti menutup mata atas sebuah kemajuan. Hal ini
seperti lazim dialami oleh seorang pria dengan alasan wajar-wajar saja,
karena itulah pria. Nanti dulu, karena penampilan itu penting, maka
tidak ada salahnya untuk mengetahui perkembangan mode apa yang sedang
menjadi tren saat ini. Tidak harus selalu diaplikasikan, cukup tahu saja
sudah menjadi poin tersendiri bagi Anda.
Ada hal penting yang juga harus Anda pahami baik-baik, kasual berbeda
dengan cuek. Mengapa dua hal ini yang selalu ditekankan? Karena kini
banyak wanita yang menyukai pria-pria dengan penampilan dandy atau preppy,
sebut saja, rapi. Mengapa? Karena beberapa wanita menilai penampilan
seperti itu menggambarkan karakteristik seorang pria, sebuah kemapanan
yang tidak harus digambarkan dalam bentuk materi melainkan kemapanan
diri untuk peduli dengan penampilannya. Bagaimana, setuju?