Ragam Tradisi Lebaran di Sejumlah Negara

Ilustrasi Shalat Idul Fitri di Arab Saudi

Setiap negara muslim di seluruh dunia memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan lebaran.

Hari ini, umat muslim di seluruh dunia tengah bahagia dan bersuka cita
dalam merayakan tibanya hari raya Idul Fitri setelah satu bulan lamanya
menjalankan ibadah puasa.

Dalam merayakan hari yang istimewa ini, setiap negara muslim di seluruh
dunia tentunya memiliki ragam tradisi tradisi yang berbeda dan menjadi
keunikan tersendiri.

Redaksi Berisatu.com mencoba
menelusuri sejumlah tradisi lebaran yang biasa dilakukan oleh umat
muslim di berbagai belahan dunia dalam menyambut datangnya hari raya
kemenangan.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi khas lebaran di berbagai belahan dunia:

Iran
Meski termasuk negara Islam yang cukup besar, perayaan Idul Fitri di
negara ini tidak semeriah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kaum muslim
di Iran kebanyakan pengikut ajaran Syiah, yang lebih memilih Idul Fitri
sebagai perayaan personal sehingga kurang semarak.

Setelah selesai menjalankan shalat berjamaah di masjid atau lapangan
terbuka, perayaan biasanya dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga
yang diselingi dengan pemberian makanan atau uang dari keluarga kaya
untuk masyarakat yang tidak berpunya.

Suriname
Negara ini bisa dikata memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia
karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang
dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan
Belanda. 

Tradisi ied mubarok (lebaran) di negara ini bisa dibilang sangat unik
karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan perhitungan mereka
sendiri dengan menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa
peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.

Arab Saudi
Masyarakat di Arab Saudi, memiliki kebiasaan untuk mendekorasi ulang
rumah mereka takala Idul Fitri tiba. Selain itu, sejumlah perayaan juga
digelar untuk menyambut datangnya hari kemenangan.

Sebagai bentuk tanda syukur, aneka macam hadiah dibagikan, dimana orang
yang lebih tua memberikan hadiah kepada mereka yang lebih muda.

Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang
dicampur nasi dan sayuran tradisional sehabis menjalankan ibadah salat
id di pagi hari.

Turki
Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Bayram, yang ditandai dengan
silaturahmi, mengenakan baju baru dan saling mengunjungi selama tiga
hari berturut-turut.

Masyarakat Turki juga mengenal tradisi sungkeman, yang dilakukan oleh
kalangan muda untuk menghormati orang tua dengan memberikan kecupan
ambil mengucap doa lebaran.

Nigeria
Umat Islam di Nigeria merayakan Idul Fitri dengan sebutan ‘Barka da
Sallah’ yang secara artian sama dengan ‘Salam Sejahtera di Hari Raya’
untuk saling menyapa diantara kaum muslim. 

Saat perayaan lebaran, Nigeria menetapkan hari raya in sebagai salah
satu hari libur nasional selama dua hari berturut-turut yang ditandai
dengan banyak keluarga muslim yang pulang ke kampung halaman
masing-masing untuk mengunjungi keluarga dan kerabat.

China
Dengan lebih dari satu miliar penduduk, China memiliki 56 suku atau
masyarakat etnis yang resmi diakui oleh negara dengan 10 diantaranya
menganut ajaran agama Islam.

Kaum muslim di China yang jumlahnya sekitar 48 juta jiwa, merayakan
lebaran secara meriah, dimana kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah
putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah
tertutup.

Malaysia
Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga, bisa dikatakan hampir
mirip atau tidak jauh berbeda dari masyarakat Indonesia. Untuik hidangan
lebaran, masyarakat Malaysia menyajikan ketupat, lemang, lontong, dan
rendang.

Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah,
anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang sudah
dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih
muda.

Australia
Meski negara non-Muslim, umat Islam di Australia mendapat kebebasan
untuk menjalankan agama mereka dengan fasilitas libur khusus bagi
pegawai beragama Islam untuk mengambil cuti.

Bahkan, tradisi Idul Fitri di Australia di meriahkan dengan festival
multi kultur di kota Sydney yang melibatkan ribuan kaum Muslim dan
non-Muslim.

Afrika Selatan
Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, untuk
menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat sambil
berbuka puasa.

Setelah maghrib, biasanya diumumkan tentang datangnya hari raya lebaran
dan masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan shalat Id yang
dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara.

India
Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id.

Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota
India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan
siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu.
Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.

Fiji
Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut memang
mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul
Fitri.

Hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis yang dicampur
dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau
daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id.

Amerika Serikat
Seperti dikutip dari laman VOA,
komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini  menginformasikan
datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (e-mail).

Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, maka
pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya.
Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau Eid
Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum
kerabat